Teknologi, Musik, dan Media sosial
Di era digital seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan
ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan sangat pesat. Tentunya kemjauan
teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut secara sadar atau tidak sadar,
mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan umat manusia. Salah satu aspek yang
terkena efek perkembangan teknologi adalah aspek seni dan budaya. Lebih
spesifiknya lagi, adalah music. Teknologi dan musik saat ini merupakan hal yang
dapat dikaitkan satu sama lain. Karena pada saat ini, perkembangan teknologi
dapat mempengaruhi perkembangan musik, dan bagaimana musik dapat diterima oleh
masyarakat. Sedangkan di era teknologi ini, sosial media muncul dan berperan
sebagai medium yang mempermudah kita untuk mengakses musik-musik yang kita
inginkan. Jadi, antara teknologi, music, dan sosial media, merupakan hal yang
saling dapat dikaitkan dan berperan satu sama lain.
Definisi Teknologi, Musik, dan Media Sosial
Sebelum kita beranjak lebih jauh dalam pehaman hubungan
antara teknologi, musik, dan media sosial, kita harus tau lebih dahulu, apa itu
teknologi, musik, dan media sosial.
Definisi Teknologi
Menurut Oxford Dictionary, teknologi dapat diartikan sebagai
penerapan pengetahuan ilmiah ke dalam tujuan praktis, khususnya dalam bidang
teknologi computer. Namun
lebih mendalam lagi, teknologi dapat dipahami sebagai sistem yang dibuat oleh
manusia dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang terorganisasi, untuk
menciptakan objek dan teknik dengan suatu tujuan tertentu. Teknologi
yang dikembangkan pada suatu benda akan meningkatkan kualitas dan mempermudah
penggunaan dari benda tersebut.
Definisi Musik
Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, music adalah ilmu
atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal
untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan,
nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu
dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). Musik
berasal dari bahasa Jerman, musikalisch. Musik berasal dari kata muse. Muse
adalah nama salah satu dewa dalam mitologi yunani kuno dalam bagi cabang seni
dewa seni dan dewa ilmu pengetahuan.
Definisi Media Sosial
Media sosial umumnya dapat kita pahami sebagai alat berbasis
web yang digunakan untuk berinteraksi, yang di dalam percakapan yang di
lakukan, pengguna bisa berbagi berbagai konten, misalnya foto, video, dan
beberapa tautan dari berbagai sumber. Media
sosial adalah saluran komunikasi kolektif yang bersifat online. Media sosial
dapat memiliki fungsi untuk memasukan berbagai macam konten. Selain itu, di
media sosial kita dapat melakukam interaksi antar individu atau grup secara
real-time ataupun tidak langsung. Media sosial bisa berupa situs web dan
aplikasi yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah forum, microblogging,
jejaring sosial, bookmark sosial, kurasi sosial, dan Wikipedia juga adalah
salah satu dari berbagai jenis media sosial. Contoh media sosial yang paling
banyak dipergunakan masyarakat pada saat ini adalah Facebook, Twitter, Youtube,
dan Path.
Perkembangan Teknologi dan Pengaruh Media Sosial Pada
Musik
- Perkembangan Teknologi Musik
Pada awalnya, manusia hanya biasa mendengarkan musik secara
langsung. Benar-benar secara langsung, tidak melalui rekaman. Material cetak
pertama yang digunakan adalah kertas lirik dan notasi musik. Pada abad 19-an,
di Amerika, orang-orang lebih mengenal penulis lagu, daripada orang atau
seniman musik yang membawakannya. Jadi pada masa itu, orang-orang lebih memilih
untuk membeli notasi musik atau lirik. Lalu, untuk dapat mereproduksi musik
agar bias dikonsumsi oleh masyarakat luas, diciptakanlah musik box dan
Nickelodeon. Nickelodeon adalah sejenis kotak musik, atau permainan piano yang
dioperasikan dengan koin. Thomas Edison pertama kali mengembangkan perekam dan
pemutar ulang suara, atau phonograph ini, ia membayangkan menggunakan suatu
perangkat untuk merekam, atau yang cara kerjanya seperti mesin penjawab
telepon, tapi dengan penggunaan utamanya adalah sebagai hiburan musikal. Dan
pada tahun 1906, Victor Talking Machine Company mengenalkan Victrola. Victrola
adalah phonograph yang namanya telah dipatenkan oleh perusahaan tersebut. Sejak
itu, orang-orang menjadi gemar mendengarkan musik di rumah mereka
masing-masing, hingga phonograph sangat cepat dijadikan media bagi orang-orang
yang ingin mendengarkan music. Pada
masa itu, jenis musik pertama yang digemari oleh masyarakat adalah musik jazz,
sedangkan orang Afrika-Amerika lebih suka mendengarkan musik blues, walaupun
tidak terlalu disukai oleh kelompok lain. Secara
meningkat, baik musisi dan penikmat musik sama-sama mulai mendengarkan musik
melalui format baru digital. Saat ini, musik umumnya direkam dalam bentuk CD
atau compact disc. Dengan banyak beredarnya musik atau audio dalam bentuk
format compact disc, semakin berkembang juga teknologi pemutar medianya,
orang-orang mungkin lebih mengenalnya dengan CD player atau pemutar CD digital.
Selanjutnya, dari format CD, format musik atau audio bergerser ke format MP3.
MP3 adalah MPEG (Moving Picture Expert Group) audio layer III. MP3 sebuah
ekstensi file yang memungkinkan penyimpanan sebuah musik atau audio dalam
ukuran yang lebih kecil, namun tetap tidak berkurang kualitasnya. Tapi, jikak
ita ingin ukuran file yang lebih kecil, kita juga bisa mengompress ukuran file
tersebut, namun dengan konsekuensi, semakin kecil ukuran file, semakin rendah
juga kualitasnya. Jadi pada standarnya, kualitas suara yang dihasilkan file
MP3, dapat setara dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh data dalam format
CD.
- Pengaruh Media Sosial terhadap Musik
Akses kita ke dalam dunia musik semakin mudah sejak
dikembangkannya bebrapa media sosial yang berisi konten-konten tentang musik.
Karena perkembangan ini, masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengetahui
perkembangan musik terbaru. Jenis musik apa yang sedang menjadi tren saat ini.
Siapa musisi yang paling digemari orang banyak saat ini. Kita juga bisa
mengetahui video-video musik terbaru, dan lagu-lagu yang sebentar lagi akan
dirilis ke publik. Semua informasi ini bisa kita dapatkan hanya dengan membuka
situs-situs yang berisi konten musik. Oleh karena itu, media sosial sangat
berperan penting dalam penyebaran musik, sehingga musik-musik terbaru dapat
dengan cepat sampai kepada masyarakat luas.
- Jenis-jenis Media Sosial Audio
Ada beberapa jenis media sosial yang menjadikan musik
sebagai konten utamanya. Inilah beberapa media sosial tersebut yang cukup
menjadi tujuan utama masyarakat dalam mencari informasi terbaru tentang musik.
- Youtube
Youtube adalah situs yang memuat jutaan video, entah itu
musik, film, dan video lainnya. Di Youtube, kita juga bisa mengunggah video
kita sendiri. Oleh karena itu, di Youtube, banyak sekali kita temukan
orang-orang yang memiliki kreativitas tinggi, yang mereka abadikan dalam video
yang mereka unggah. Tidak sedikit orang-orang besar yang lahir dari sekadar
unggahan iseng di Youtube. Contohnya, Justin Bieber. Fenomena artis mendadak
ini juga sangat banyak terjadi di Indonesia. Mereka terkenal lewat video aksi
mereka di Youtube, namun sayangnya, biasanya popularitas tersebut sangat jarang
yang berlangsung lama. Di Youtube, kita bisa melihat video-video musik terbaru,
dan setiap tautan video tersebut, dapat kita bagikan ke siapa saja yang kita
mau
2.Soundcloud
2.Soundcloud
Soundcloud adalah situs yang juga berisi konten-konten
musik. Bedanya dengan Youtube, Soundcloud hanya berisi konten dengan format
suara, tidak berisi video seperti Youtube. Di Soundcloud, kita juga bisa
mengunggah lagu, baik lagu dari musisi terkenal, atau lagu yang kita ciptakan
sendiri. Namun, yang paling sering kita temukan di Soundcloud adalah fenomena
covering. Covering adalah menyanyikan ulang lagu dari musisi terkenal, yang
dibawakan dalam versi masing-masing orang. Kita juga bisa mengunduh lagu-lagu
yang ada di Soundcloud, namun, tidak sedikit juga lagu yang kita tidak bisa
unduh karena tidak ada izin dari pemilik akun Soundcloud.
Mungkin tidak banyak orang yang tau apa itu MySpace.
Biasanya pengguna MySpace adalah orang-orang yang menyukai jenis-jenis musik
rock. Di dalam MySpace, kita bisa menajalin pertemanan dengan banyak musisi
rock, kita dapat melihat profil mereka, dan bisa mendengar beberapa track lagu
dari band mereka yang mereka unggah di MySpace. Situs ini lebih bersifat
eksklusif. Karena hanya beberapa kelompok tertentu yang banyak menggunakan
situs ini.
Efek Media Sosial Pada Perkembangan Musik
Kelebihan Media Sosial dalam Perkembangan Musik
Berkembangnya media sosial juga turut mempengaruhi perkembangan
musik di masyarakat. Kemudahan mengakses media sosial, bisa dimanfaatkan musisi
dan masyarakat. Di pihak musisi, mereka bisa manfaatkan media sosial sebagai
media promosi untuk karya-karya mereka. Sedangkan bagi masyarakat, media sosial
bisa menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan musik terbaru yang sedang
tren. Selain itu, kita juga bisa berbagi musik yang kita suka dengan orang
lain. Media sosial juga dapat menjadi sarana bagi kita untuk mengembangkan
kreativitas. Kita dapat membuat karya ciptaan kita sendiri, dan membagikannya
ke orang lain. Tentunya hal ini menjadi hiburan bagi masyarakat ditengah
penatnya kehidupan sehari-hari.
Kekurangan Media Sosial dalam Perkembangan Musik
Jenis file musik atau audio dalam format MP3 memungkinkan
untuk dapat diakses lebih mudah dan bebas. Banyak sekali situs-situs yang
menyediakan layanan pengunduhan file dalam bentuk MP3. Dan banyak pula yang
menyediakan jasa pengunduhan MP3 tersebut secara cuma-cuma. Hal ini sangat
memudahkan akses kita untuk dapat menikmati musik dalam format MP3 secara mudah
dan gratis, mengingat juga untuk membeli musik dalam bentuk CD, kita harus
mengeluarkan biaya yang agak mahal, karena CD musik yang dijual sudah
dilindungi oleh hak cipta. Karena musik dalam format MP3 yang bisa bebas kita
unduh secara gratis umumnya adalah file yang melanggar undang-undang hak cipta,
atau pembajakan. Maka hal ini menjadi isu yang penting, karena secara tidak
langsung, kita juga menjadi pihak yang menikmati hasil pembajakan tersebut dan
merugikan si pemilik hak cipta, dalam konteks ini berarti si penyanyi, atau
pencipta lagu tersebut. Hal ini selalu menjadi kontroversi belakangan ini,
adalah mengenai isu penyalahgunaan hak kekayaan intelektual atau HKI. Saat ini
kita dapat dengan mudah mengakses musik secara gratis, atau membeli dari
berbagai situs. Tanpa kita sadari, ada beberapa hak kekayaan intelektual yang
kita abaikan. Hak kekayaan intelektual ini dimiliki oleh sesorang yang membuat
karya atau buku tersebut. Hal ini juga menyangkut perlindunagan moral dan
perlindungan hak cipta. Perlindungan hak cipta ini merupakan hak eksklusif yang
dimiliki oleh pemilik hak cipta suatu musik atau karya tersebut dalam jangka
waktu yang telah ditentukan. Di Indonesia, perlindungan hak cipta telah diatur
dalam Undang-undang No 19 Tahun 2002. Dengan kata lain, pemilik hak cipta,
bebas memperbanyak karyanya, baik berupa buku, film, musik, dan sebagiannya.
Kalaupun ada pihak yang ingin memperbanyak karya tersebut, maka harus mengikuti
prosedur undang-undang hak cipta, sehingga pihak pemilik hak cipta tidak merasa
dirugikan. Karena pada dasarnya, perlindungan hak cipta juga secara tidak
langsung melindungi hak moral dan hak ekonomi dari si pemilik hak cipta.
Contohnya, ketika dengan sebuah karya musik, seorang musisi mampu mendapatkan
penghasilan. Lalu, musik karyanya dibajak dan digunakan oleh orang lain untuk
diperbanyak, dan hanya menguntungkan pihak pembajak tersebut. Hal ini sering
kita temui dalam penyebaran MP3 secara gratis di situs-situs tidak berlisensi.
Tentunya hal ini menjadi pelanggaran yang jika dilakukan, seharusnya harus
mendapat sanksi hukum.
Sumber: https: //id.wikipedia.org/wiki/Teknologi,_Musik,_dan_Media_sosial



