Jumat, 27 Oktober 2017

Perubahan Media

Teknologi, Musik, dan Media sosial

Di era digital seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan semakin berkembang dengan sangat pesat. Tentunya kemjauan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut secara sadar atau tidak sadar, mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan umat manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan teknologi adalah aspek seni dan budaya. Lebih spesifiknya lagi, adalah music. Teknologi dan musik saat ini merupakan hal yang dapat dikaitkan satu sama lain. Karena pada saat ini, perkembangan teknologi dapat mempengaruhi perkembangan musik, dan bagaimana musik dapat diterima oleh masyarakat. Sedangkan di era teknologi ini, sosial media muncul dan berperan sebagai medium yang mempermudah kita untuk mengakses musik-musik yang kita inginkan. Jadi, antara teknologi, music, dan sosial media, merupakan hal yang saling dapat dikaitkan dan berperan satu sama lain.

Definisi Teknologi, Musik, dan Media Sosial
Sebelum kita beranjak lebih jauh dalam pehaman hubungan antara teknologi, musik, dan media sosial, kita harus tau lebih dahulu, apa itu teknologi, musik, dan media sosial.

Definisi Teknologi
Menurut Oxford Dictionary, teknologi dapat diartikan sebagai penerapan pengetahuan ilmiah ke dalam tujuan praktis, khususnya dalam bidang teknologi computer. Namun lebih mendalam lagi, teknologi dapat dipahami sebagai sistem yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang terorganisasi, untuk menciptakan objek dan teknik dengan suatu tujuan tertentu. Teknologi yang dikembangkan pada suatu benda akan meningkatkan kualitas dan mempermudah penggunaan dari benda tersebut.

Definisi Musik
Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, music adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu). Musik berasal dari bahasa Jerman, musikalisch. Musik berasal dari kata muse. Muse adalah nama salah satu dewa dalam mitologi yunani kuno dalam bagi cabang seni dewa seni dan dewa ilmu pengetahuan.

Definisi Media Sosial
Media sosial umumnya dapat kita pahami sebagai alat berbasis web yang digunakan untuk berinteraksi, yang di dalam percakapan yang di lakukan, pengguna bisa berbagi berbagai konten, misalnya foto, video, dan beberapa tautan dari berbagai sumber. Media sosial adalah saluran komunikasi kolektif yang bersifat online. Media sosial dapat memiliki fungsi untuk memasukan berbagai macam konten. Selain itu, di media sosial kita dapat melakukam interaksi antar individu atau grup secara real-time ataupun tidak langsung. Media sosial bisa berupa situs web dan aplikasi yang dapat digunakan untuk membentuk sebuah forum, microblogging, jejaring sosial, bookmark sosial, kurasi sosial, dan Wikipedia juga adalah salah satu dari berbagai jenis media sosial. Contoh media sosial yang paling banyak dipergunakan masyarakat pada saat ini adalah Facebook, Twitter, Youtube, dan Path.

Perkembangan Teknologi dan Pengaruh Media Sosial Pada Musik

  • Perkembangan Teknologi Musik

    Pada awalnya, manusia hanya biasa mendengarkan musik secara langsung. Benar-benar secara langsung, tidak melalui rekaman. Material cetak pertama yang digunakan adalah kertas lirik dan notasi musik. Pada abad 19-an, di Amerika, orang-orang lebih mengenal penulis lagu, daripada orang atau seniman musik yang membawakannya. Jadi pada masa itu, orang-orang lebih memilih untuk membeli notasi musik atau lirik. Lalu, untuk dapat mereproduksi musik agar bias dikonsumsi oleh masyarakat luas, diciptakanlah musik box dan Nickelodeon. Nickelodeon adalah sejenis kotak musik, atau permainan piano yang dioperasikan dengan koin. Thomas Edison pertama kali mengembangkan perekam dan pemutar ulang suara, atau phonograph ini, ia membayangkan menggunakan suatu perangkat untuk merekam, atau yang cara kerjanya seperti mesin penjawab telepon, tapi dengan penggunaan utamanya adalah sebagai hiburan musikal. Dan pada tahun 1906, Victor Talking Machine Company mengenalkan Victrola. Victrola adalah phonograph yang namanya telah dipatenkan oleh perusahaan tersebut. Sejak itu, orang-orang menjadi gemar mendengarkan musik di rumah mereka masing-masing, hingga phonograph sangat cepat dijadikan media bagi orang-orang yang ingin mendengarkan music. Pada masa itu, jenis musik pertama yang digemari oleh masyarakat adalah musik jazz, sedangkan orang Afrika-Amerika lebih suka mendengarkan musik blues, walaupun tidak terlalu disukai oleh kelompok lain. Secara meningkat, baik musisi dan penikmat musik sama-sama mulai mendengarkan musik melalui format baru digital. Saat ini, musik umumnya direkam dalam bentuk CD atau compact disc. Dengan banyak beredarnya musik atau audio dalam bentuk format compact disc, semakin berkembang juga teknologi pemutar medianya, orang-orang mungkin lebih mengenalnya dengan CD player atau pemutar CD digital. Selanjutnya, dari format CD, format musik atau audio bergerser ke format MP3. MP3 adalah MPEG (Moving Picture Expert Group) audio layer III. MP3 sebuah ekstensi file yang memungkinkan penyimpanan sebuah musik atau audio dalam ukuran yang lebih kecil, namun tetap tidak berkurang kualitasnya. Tapi, jikak ita ingin ukuran file yang lebih kecil, kita juga bisa mengompress ukuran file tersebut, namun dengan konsekuensi, semakin kecil ukuran file, semakin rendah juga kualitasnya. Jadi pada standarnya, kualitas suara yang dihasilkan file MP3, dapat setara dengan kualitas suara yang dihasilkan oleh data dalam format CD.

  • Pengaruh Media Sosial terhadap Musik

     Akses kita ke dalam dunia musik semakin mudah sejak dikembangkannya bebrapa media sosial yang berisi konten-konten tentang musik. Karena perkembangan ini, masyarakat menjadi lebih mudah untuk mengetahui perkembangan musik terbaru. Jenis musik apa yang sedang menjadi tren saat ini. Siapa musisi yang paling digemari orang banyak saat ini. Kita juga bisa mengetahui video-video musik terbaru, dan lagu-lagu yang sebentar lagi akan dirilis ke publik. Semua informasi ini bisa kita dapatkan hanya dengan membuka situs-situs yang berisi konten musik. Oleh karena itu, media sosial sangat berperan penting dalam penyebaran musik, sehingga musik-musik terbaru dapat dengan cepat sampai kepada masyarakat luas.

  • Jenis-jenis Media Sosial Audio

Ada beberapa jenis media sosial yang menjadikan musik sebagai konten utamanya. Inilah beberapa media sosial tersebut yang cukup menjadi tujuan utama masyarakat dalam mencari informasi terbaru tentang musik.
  1. Youtube

     Youtube adalah situs yang memuat jutaan video, entah itu musik, film, dan video lainnya. Di Youtube, kita juga bisa mengunggah video kita sendiri. Oleh karena itu, di Youtube, banyak sekali kita temukan orang-orang yang memiliki kreativitas tinggi, yang mereka abadikan dalam video yang mereka unggah. Tidak sedikit orang-orang besar yang lahir dari sekadar unggahan iseng di Youtube. Contohnya, Justin Bieber. Fenomena artis mendadak ini juga sangat banyak terjadi di Indonesia. Mereka terkenal lewat video aksi mereka di Youtube, namun sayangnya, biasanya popularitas tersebut sangat jarang yang berlangsung lama. Di Youtube, kita bisa melihat video-video musik terbaru, dan setiap tautan video tersebut, dapat kita bagikan ke siapa saja yang kita mau

   2.Soundcloud

    Soundcloud adalah situs yang juga berisi konten-konten musik. Bedanya dengan Youtube, Soundcloud hanya berisi konten dengan format suara, tidak berisi video seperti Youtube. Di Soundcloud, kita juga bisa mengunggah lagu, baik lagu dari musisi terkenal, atau lagu yang kita ciptakan sendiri. Namun, yang paling sering kita temukan di Soundcloud adalah fenomena covering. Covering adalah menyanyikan ulang lagu dari musisi terkenal, yang dibawakan dalam versi masing-masing orang. Kita juga bisa mengunduh lagu-lagu yang ada di Soundcloud, namun, tidak sedikit juga lagu yang kita tidak bisa unduh karena tidak ada izin dari pemilik akun Soundcloud.


  3. MySpace


Mungkin tidak banyak orang yang tau apa itu MySpace. Biasanya pengguna MySpace adalah orang-orang yang menyukai jenis-jenis musik rock. Di dalam MySpace, kita bisa menajalin pertemanan dengan banyak musisi rock, kita dapat melihat profil mereka, dan bisa mendengar beberapa track lagu dari band mereka yang mereka unggah di MySpace. Situs ini lebih bersifat eksklusif. Karena hanya beberapa kelompok tertentu yang banyak menggunakan situs ini.

Efek Media Sosial Pada Perkembangan Musik

Kelebihan Media Sosial dalam Perkembangan Musik

        Berkembangnya media sosial juga turut mempengaruhi perkembangan musik di masyarakat. Kemudahan mengakses media sosial, bisa dimanfaatkan musisi dan masyarakat. Di pihak musisi, mereka bisa manfaatkan media sosial sebagai media promosi untuk karya-karya mereka. Sedangkan bagi masyarakat, media sosial bisa menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan musik terbaru yang sedang tren. Selain itu, kita juga bisa berbagi musik yang kita suka dengan orang lain. Media sosial juga dapat menjadi sarana bagi kita untuk mengembangkan kreativitas. Kita dapat membuat karya ciptaan kita sendiri, dan membagikannya ke orang lain. Tentunya hal ini menjadi hiburan bagi masyarakat ditengah penatnya kehidupan sehari-hari.

Kekurangan Media Sosial dalam Perkembangan Musik

        Jenis file musik atau audio dalam format MP3 memungkinkan untuk dapat diakses lebih mudah dan   bebas. Banyak sekali situs-situs yang menyediakan layanan pengunduhan file dalam bentuk MP3. Dan banyak pula yang menyediakan jasa pengunduhan MP3 tersebut secara cuma-cuma. Hal ini sangat memudahkan akses kita untuk dapat menikmati musik dalam format MP3 secara mudah dan gratis, mengingat juga untuk membeli musik dalam bentuk CD, kita harus mengeluarkan biaya yang agak mahal, karena CD musik yang dijual sudah dilindungi oleh hak cipta. Karena musik dalam format MP3 yang bisa bebas kita unduh secara gratis umumnya adalah file yang melanggar undang-undang hak cipta, atau pembajakan. Maka hal ini menjadi isu yang penting, karena secara tidak langsung, kita juga menjadi pihak yang menikmati hasil pembajakan tersebut dan merugikan si pemilik hak cipta, dalam konteks ini berarti si penyanyi, atau pencipta lagu tersebut. Hal ini selalu menjadi kontroversi belakangan ini, adalah mengenai isu penyalahgunaan hak kekayaan intelektual atau HKI. Saat ini kita dapat dengan mudah mengakses musik secara gratis, atau membeli dari berbagai situs. Tanpa kita sadari, ada beberapa hak kekayaan intelektual yang kita abaikan. Hak kekayaan intelektual ini dimiliki oleh sesorang yang membuat karya atau buku tersebut. Hal ini juga menyangkut perlindunagan moral dan perlindungan hak cipta. Perlindungan hak cipta ini merupakan hak eksklusif yang dimiliki oleh pemilik hak cipta suatu musik atau karya tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Di Indonesia, perlindungan hak cipta telah diatur dalam Undang-undang No 19 Tahun 2002. Dengan kata lain, pemilik hak cipta, bebas memperbanyak karyanya, baik berupa buku, film, musik, dan sebagiannya. Kalaupun ada pihak yang ingin memperbanyak karya tersebut, maka harus mengikuti prosedur undang-undang hak cipta, sehingga pihak pemilik hak cipta tidak merasa dirugikan. Karena pada dasarnya, perlindungan hak cipta juga secara tidak langsung melindungi hak moral dan hak ekonomi dari si pemilik hak cipta. Contohnya, ketika dengan sebuah karya musik, seorang musisi mampu mendapatkan penghasilan. Lalu, musik karyanya dibajak dan digunakan oleh orang lain untuk diperbanyak, dan hanya menguntungkan pihak pembajak tersebut. Hal ini sering kita temui dalam penyebaran MP3 secara gratis di situs-situs tidak berlisensi. Tentunya hal ini menjadi pelanggaran yang jika dilakukan, seharusnya harus mendapat sanksi hukum.


Sumber: https: //id.wikipedia.org/wiki/Teknologi,_Musik,_dan_Media_sosial


Tidak ada komentar:

Posting Komentar