Etika dalam Sistem Informasi
Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia IT berlangsung sangat cepat.
Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan
meningkatkan taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk
dapat sukses dalam bidang it tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode
etik ilmu, teknologi dan kehidupan. Banyak ahli telah menemukan bahwa teknologi
mengambil alih fungsi mental manusia, pada saat yang sama terjadi kerugian yang
diakibatkan oleh hilangnya fungsi tersebut dari kerja mental manusia. Perubahan
yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai akibat perkembangan teknologi
sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia
terhadap etika dan norma dalam kehidupannya. Masalah etika juga mendapat
perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini
diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup
privasi, akurasi, property, dan akses.
Dalam perkembangannya, informasi yang beredar
di internet tidak hanya berisi informasi yang benilai positif. Banyak
diantaranya dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari
keuntungan atau mencemarkan nama baik seseorang.
Sebagai contoh, maraknya pornografi di dunia
maya. Sebagai salah satu media penyedia informasi yang paling atraktif,
internet kerap kali dijadikan media untuk mendistribusikan konten-konten
pornografi. Tidak hanya melalui situs-situs tertentu, tapi juga dapat dilakukan
melalui forum. Pengaksesan situs-situs ini oleh mereka yang belum cukup umur
dan tidak mengerti, dapat menyebabkan degradasi moral. Hal ini merupakan salah
satu contoh pentingnya etika dalam teknologi informasi. Etika merupakan
pegangan bagi seseorang untuk bertindak dan memahami baik buruk perbuatannya.
Sekarang, banyak orang yang tidak mengindahkan etika, terbukti dari kasus di
atas. Mereka yang menyediakan, berbagi, atau memberikan konten-konten
pornigrafi ini tidak memiliki etika dalam melakukan aktivitasnya.
Pertukaran data digital, baik dalam bentuk
film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di
dunia maya. Dengan mengunjungi situs-situs tertentu dan melakukan klik beberapa
kali, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara gratis. Daripada
membuang-buang uang untuk ke bioskop dan menonton film keluaran terbaru, kita
bisa men-download film tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan
aslinya. Jika ingin mendengarkan lagu, menginstall software, atau baca buku
sekalipun, kita bisa mendapatkanya dengan mendownload. Gratis dan kualitasnya
pun sama saja. Walaupun hal seperti ini sama dengan pembajakan, namun karena
menjamurnya situs-situs yang menawarkan jasa download gratis, toh hal ini
dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal, dengan mendownload hal-hal
tersebut, kita tak lain dengan seorang pembajak.
Hal-hal tersebut memang sangat merugikan dari
satu sisi, namun apabila kita lihat dari sisi lain, hal tersebut juga dapat membantu
masyarakat. Dibandingkan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk seembar tiket
bioskop atau Rp 45.000 untuk membeli sekeping CD atau bahkan ratusan ribu untuk
memebeli software, masyarakat kita tentu lebih memilih sesuatu yang murah dan
dapat dinikmati bersama. Prinsip kebersamaan dan saling "berbagi"-pun
rupanya sangat diterapkan dalam kasus ini, sehingga tentu saja hal ini juga
bisa menjadi sangat menguntungkan.
2. Contoh Etika Dalam
kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali
contoh etika yang dapat digunakan menjadi acuan dalam melakukan suatu tindakan
atau perbuatan dan bisa menjadi sebuah pembelajaran. Contoh-contoh etika
tersebut seringkali kita jumpai di tengah kehidupan dan kebiasaan masyarakat. Berikut
penjelasannya;
Mengucap
salam apabila bertamu di rumah orang lain
Contoh etika ini sudah menjadi pembelajaran
sejak dahulu sampai sekarang. Dan biasanya etika ini juga diajarkan sejak dini.
Agar seseorang tersebut menjadi pribadi yang santun dan sopan. Sehingga
apabila, seseorang tersebut tidak memiliki kebiasaan tersebut, maaka akan
dianggap tidak memiliki etika dalam hidup bermasyarakat.
Mencium
tangan kedua orangtua apabila hendak beraktivitas
Contoh etika selanjutnya adalah mencium tangan
kepada kedua orang tua apabila hendak beraktivitas. Etika ini tak hanya
dilakukan oleh anak sekolah saja, namun juga dilakukan oleh orang yang sudah
dewasa. Karena etika ini merupakan tanda hormat kepada kedua orang tua.
Membuang
sampah pada tempatnya
Contoh selanjutnya dalam etika yang baik
adalah, membuang sampah pada tempat sampah. Etika ini merupakan etika yang
mencerminkan juga bagaimana kepribadian seseorang tersebut dalam menjaga
kebersihan. Sehingga etika ini sangatlah penting untuk diajarkan kepada anak
sejak dini.
Meminta
maaf apabila melakukan kesalahan
Meminta maaf merupakan hal yang terpuji.
Seseorang yang berjiwa kesatria adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya
dan mau memperbaikinya menjadi lebih baik. Etika ini sagatlah penting dalam
meningkatkan perdamaian. Dalam melakukan ini, tidak boleh karena alasan
tertentu, karena dalam meminta maaf juga harus dilakukan secara ikhlas dan
tulus.
Makan
Mempergunakan Tangan Kanan
Dalam ruang lingkup keseharian etika memakan
dengan mempergunakan tangan kanan menjadi keharusan untuk masyarakat Indonesia
yang notabene menganut budaya orang ketimuran. Makan mempergunakan tangan yang
kanan ini biasanya dilakukan lantaran memualai dengan yang baik.
Tidak
Membolos Pelajaran di Jam Sekolah
Contoh lainnya tentang penerapan etika dalam
ruang lingkup pendidikan bisa diterpakan oleh pelajar ketika membolos sekolah
tidak diperkanan sedikitpun. Dengan mentaati tata tertib maka sudah sepantasnya
itu merupakan bagian daripada etika.
Tidak
Korupsi bagi Pejabat Negara/Publik
Mengindari segala bentuk KKN dengan semaksimal
mungkin merupakan bagian daripada etika. Apalagi pengertian korupsi disini
adalah mengambil hak orang lain, dengan demikianlah setidaknya prilaku seperti
ini tidak diperkenankan untuk dilakukan.
Tidak
Menggelapakan Pajak
Bagi pereusahaan ataupun di pemerintahan
terdapat beragam jenis pajak yang ditangani, dengan adanya demikianlah maka
menjaga amanah untuk melakukan serta mengimplementasikan pajak penting
dilakukan. Maka sudah seyogyanya pajak menjadi prioritas untuk dijalankan bukan
malah digelapkan
3. Akibat Dari Etika Tidak Digunakan Dalam Kesaharian
Seseorang yang tidak mempunyai etika dalam keseharian dapat
menimbulkan sebuah pandangan buruk bagi orang-orang disekitarnya, terlebih ketika
orang itu memiliki etika yang buruk maka orang itu akan dijauhi oleh masyarkat
tempat dia tinggal atau orang- orang yang berada ditempat kerjanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar