Kamis, 26 Maret 2020

Etika & Profesionalisme TSI


1.  Etika Dalam Menggunakan Teknologi Sistem Informasi

Etika dalam Sistem Informasi Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia IT berlangsung sangat cepat. Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk dapat sukses dalam bidang it tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam kode etik ilmu, teknologi dan kehidupan. Banyak ahli telah menemukan bahwa teknologi mengambil alih fungsi mental manusia, pada saat yang sama terjadi kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya fungsi tersebut dari kerja mental manusia. Perubahan yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai akibat perkembangan teknologi sedikit banyak berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma dalam kehidupannya. Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.

Dalam perkembangannya, informasi yang beredar di internet tidak hanya berisi informasi yang benilai positif. Banyak diantaranya dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan tertentu seperti mencari keuntungan atau mencemarkan nama baik seseorang.

Sebagai contoh, maraknya pornografi di dunia maya. Sebagai salah satu media penyedia informasi yang paling atraktif, internet kerap kali dijadikan media untuk mendistribusikan konten-konten pornografi. Tidak hanya melalui situs-situs tertentu, tapi juga dapat dilakukan melalui forum. Pengaksesan situs-situs ini oleh mereka yang belum cukup umur dan tidak mengerti, dapat menyebabkan degradasi moral. Hal ini merupakan salah satu contoh pentingnya etika dalam teknologi informasi. Etika merupakan pegangan bagi seseorang untuk bertindak dan memahami baik buruk perbuatannya. Sekarang, banyak orang yang tidak mengindahkan etika, terbukti dari kasus di atas. Mereka yang menyediakan, berbagi, atau memberikan konten-konten pornigrafi ini tidak memiliki etika dalam melakukan aktivitasnya. 

Pertukaran data digital, baik dalam bentuk film, musik, software, atau bahkan e-book telah menjadi hal yang lumrah di dunia maya. Dengan mengunjungi situs-situs tertentu dan melakukan klik beberapa kali, kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan secara gratis. Daripada membuang-buang uang untuk ke bioskop dan menonton film keluaran terbaru, kita bisa men-download film tersebut dengan kualitas yang tidak kalah dengan aslinya. Jika ingin mendengarkan lagu, menginstall software, atau baca buku sekalipun, kita bisa mendapatkanya dengan mendownload. Gratis dan kualitasnya pun sama saja. Walaupun hal seperti ini sama dengan pembajakan, namun karena menjamurnya situs-situs yang menawarkan jasa download gratis, toh hal ini dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Padahal, dengan mendownload hal-hal tersebut, kita tak lain dengan seorang pembajak.

Hal-hal tersebut memang sangat merugikan dari satu sisi, namun apabila kita lihat dari sisi lain, hal tersebut juga dapat membantu masyarakat. Dibandingkan dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 untuk seembar tiket bioskop atau Rp 45.000 untuk membeli sekeping CD atau bahkan ratusan ribu untuk memebeli software, masyarakat kita tentu lebih memilih sesuatu yang murah dan dapat dinikmati bersama. Prinsip kebersamaan dan saling "berbagi"-pun rupanya sangat diterapkan dalam kasus ini, sehingga tentu saja hal ini juga bisa menjadi sangat menguntungkan.

2.  Contoh Etika Dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh etika yang dapat digunakan menjadi acuan dalam melakukan suatu tindakan atau perbuatan dan bisa menjadi sebuah pembelajaran. Contoh-contoh etika tersebut seringkali kita jumpai di tengah kehidupan dan kebiasaan masyarakat. Berikut penjelasannya;

Mengucap salam apabila bertamu di rumah orang lain
Contoh etika ini sudah menjadi pembelajaran sejak dahulu sampai sekarang. Dan biasanya etika ini juga diajarkan sejak dini. Agar seseorang tersebut menjadi pribadi yang santun dan sopan. Sehingga apabila, seseorang tersebut tidak memiliki kebiasaan tersebut, maaka akan dianggap tidak memiliki etika dalam hidup bermasyarakat.

Mencium tangan kedua orangtua apabila hendak beraktivitas
Contoh etika selanjutnya adalah mencium tangan kepada kedua orang tua apabila hendak beraktivitas. Etika ini tak hanya dilakukan oleh anak sekolah saja, namun juga dilakukan oleh orang yang sudah dewasa. Karena etika ini merupakan tanda hormat kepada kedua orang tua.

Membuang sampah pada tempatnya
Contoh selanjutnya dalam etika yang baik adalah, membuang sampah pada tempat sampah. Etika ini merupakan etika yang mencerminkan juga bagaimana kepribadian seseorang tersebut dalam menjaga kebersihan. Sehingga etika ini sangatlah penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini.

Meminta maaf apabila melakukan kesalahan
Meminta maaf merupakan hal yang terpuji. Seseorang yang berjiwa kesatria adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya dan mau memperbaikinya menjadi lebih baik. Etika ini sagatlah penting dalam meningkatkan perdamaian. Dalam melakukan ini, tidak boleh karena alasan tertentu, karena dalam meminta maaf juga harus dilakukan secara ikhlas dan tulus.

Makan Mempergunakan Tangan Kanan
Dalam ruang lingkup keseharian etika memakan dengan mempergunakan tangan kanan menjadi keharusan untuk masyarakat Indonesia yang notabene menganut budaya orang ketimuran. Makan mempergunakan tangan yang kanan ini biasanya dilakukan lantaran memualai dengan yang baik.

Tidak Membolos Pelajaran di Jam Sekolah
Contoh lainnya tentang penerapan etika dalam ruang lingkup pendidikan bisa diterpakan oleh pelajar ketika membolos sekolah tidak diperkanan sedikitpun. Dengan mentaati tata tertib maka sudah sepantasnya itu merupakan bagian daripada etika.

Tidak Korupsi bagi Pejabat Negara/Publik
Mengindari segala bentuk KKN dengan semaksimal mungkin merupakan bagian daripada etika. Apalagi pengertian korupsi disini adalah mengambil hak orang lain, dengan demikianlah setidaknya prilaku seperti ini tidak diperkenankan untuk dilakukan.

Tidak Menggelapakan Pajak
Bagi pereusahaan ataupun di pemerintahan terdapat beragam jenis pajak yang ditangani, dengan adanya demikianlah maka menjaga amanah untuk melakukan serta mengimplementasikan pajak penting dilakukan. Maka sudah seyogyanya pajak menjadi prioritas untuk dijalankan bukan malah digelapkan


3.  Akibat Dari Etika Tidak Digunakan Dalam Kesaharian
          Seseorang yang tidak mempunyai etika dalam keseharian dapat menimbulkan sebuah pandangan buruk bagi orang-orang disekitarnya, terlebih ketika orang itu memiliki etika yang buruk maka orang itu akan dijauhi oleh masyarkat tempat dia tinggal atau orang- orang yang berada ditempat kerjanya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar