Dampak Virus Corona
Terhadap Dunia
Dunia
belakangan ini dihebohkan oleh sebuah virus yang pertama kali ditemukan di
Wuhan, Cina pada akhir 2019 lalu. Virus ini tengah banyak diperbicangkan karena
penyebarannya yang sangat cepat. Virus yang tidak diketahui asal muasalnya
bahkan banyak orang berspekulasi tentang virus ini mulai dari konspirasi
tentara amerika yang membawa virus ini. Ada juga yang beranggapan bahwa virus
ini sengaja diciptakan oleh manusia sebagai senjata biologis, namun semua itu
tidak bisa dibuktktikan kebenarannya. Di Indonesia sendiri virus corona atau
Covid-19 ini kasus pertama kali ditemukan pada dua warga Depok, Jawa Barat
maret lalu. Sekarang lebih dari 1.155 orang telah positif terkena virus ini dan
pasien yang telah sembuh sebanyak 59 orang. Bahkan WHO sudah meningkatkan
status Covid-19 menjadi pandemic global. Virus corona menular lewat lendir
(droplet) manusia positif COVID-19 yang meloncat ke manusia negatif COVID-19.
Lendir itu terciprat saat manusia positif COVID-19 bersin, batuk, atau
berbicara lalu terkena orang lain yang negatif.
Virus
ini bukan saja membuat orang-orang takut tapi virus ini membuat sebagian Negara
melakukan lockdown guna mencegah penularan Virus Corona ini. Virus ini juga
membuat Ekonomi dunia maupun Negara yang terkena virus ini lumpuh. Banyak
perusahan,mall bahkan tempat makan ditutup sementara oleh kebijakan pemerintah
setempat. Di Indonesia sendiri kebijakan ini tentu membuat semua perusahaan
atau retail menjadi merugi karena virus ini. Bahkan agar perusahaan tetap
berjalan tidak heran sebagian perusahaan menerapkan Work From Home atau yang disebut bekerja dirumah. Lalu bagaimana
kebijakan yang dilakukan perusahaan
Retail? Perusahaan retail tetap berjalan seperti biasanya namun mereka
menerapkan kebijakan shift dimana
para pekerjanya tidak sebanyak seperti biasanya. Namun, ada juga usaha-usaha
rumahan di Indonesia yang terpaksa meliburkan pekerjanya. Tidak itu saja Virus
ini membuat beberapa mata uang asing melemah contohnya pada nilai tukar rupiah
yang melemah akibat wabah penyakit ini.
Sekarang
banyak Negara yang melakukan kebijakan untuk pencegahan penularan virus corona
ini diantaranya dengan melakukan test massal pada masyarakat yang masih sehat
atau yang dicurigai terkena virus ini. Negara yang menerapkan adalah Korea
Selatan dimana test ini seperti layanan drive-thru
pada restoran cepat saji untuk masyarakat yang membawa kendaraan. Terbukti
dengan melakukan tes ini Korea Selatan mampu menekan angka penularan di
Negaranya. Bahkan kabarnya Indonesia juga akan melakukan tes yang dilakukan
seperti Negara Korea Selatan ini dibandingkan melakukan lockdown. Berbeda
dengan Negara tetangganya Malaysia dan Filipina yang melakukan lockdown pada
Negaranya untuk mencegah penyebaran Virus ini.
Dampak
yang disebabkan oleh virus Corona bukan hanya di Indonesia saja melainkan di
beberapa negara di belahan dunia. Pada tanggal 22-23 Februari 2020 telah
berlangsung pertemuan G20 yang diadakan di Arab Saudi. Anggota G20 ini terdiri
dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis,
Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika
Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris dan Uni Eropa. Wabah virus Corona
menjadi topik diskusi pada pertemuan tersebut. Dalam pertemuan G20,
negara-negara G20 menyampaikan simpati kepada masyarakat dan negara yang
terdampak virus Corona, khususnya China. Munculnya berbagai tekanan global,
salah satunya adalah Covid-19 mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan
kerja sama dengan mempererat kerja sama internasional. Negara-negara G20 juga
sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global khususnya yang berasal
dari Covid-19, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko
dan sepakat untuk mengimplementasikan kebijakan yang efektif baik dari sisi
moneter, fiskal, maupun struktural
Di
China sendiri kasus Virus ini sudah menurun dan sudah banyak juga pasien yang
positif Corona ini dinyatakan sembuh. Bahkan sekarang China bukanlah Negara
yang paling banyak terdapat kasus Virus Corona ini melainkan Amerika Serikat
dan Italia. Di Amerika Serikat sendiri mengonfirmasi kasus terjangkit Virus Corona ini mecapai 123.271 kasus,
sedangkan Italia sediri mengonfirmasi kasus orang yang terjangkit Virus ini mencapai 92.472. Jelas kasus di
kedua Negara ini lebih banyak dibandingkan dengan Negara asal mula Virus ini yaitu China.
Lalu
bagaimana cara mencegah Virus ini? Cara yang terpenting untuk
mencegah infeksi Covid-19 atau virus Corona adalah dengan menjaga kesehatan dan
kebersihan. Seperti dikutip dari WHO, rekomendasi dasar untuk mencegah
penyebaran infeksi adalah dengan mencuci tangan secara teratur menggunakan
sabun, menutupi mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, dan memasak daging
dan telur hingga matang. Selain itu, hindari kontak langsung dengan siapapun
yang menunjukkan gejala virus Corona, seperti sesak napas, batuk, dan bersin.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar