Sabtu, 28 Maret 2020

Pengantar Bisnis Teknologi Informasi


Dampak Virus Corona Terhadap Dunia
                Dunia belakangan ini dihebohkan oleh sebuah virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir 2019 lalu. Virus ini tengah banyak diperbicangkan karena penyebarannya yang sangat cepat. Virus yang tidak diketahui asal muasalnya bahkan banyak orang berspekulasi tentang virus ini mulai dari konspirasi tentara amerika yang membawa virus ini. Ada juga yang beranggapan bahwa virus ini sengaja diciptakan oleh manusia sebagai senjata biologis, namun semua itu tidak bisa dibuktktikan kebenarannya. Di Indonesia sendiri virus corona atau Covid-19 ini kasus pertama kali ditemukan pada dua warga Depok, Jawa Barat maret lalu. Sekarang lebih dari 1.155 orang telah positif terkena virus ini dan pasien yang telah sembuh sebanyak 59 orang. Bahkan WHO sudah meningkatkan status Covid-19 menjadi pandemic global. Virus corona menular lewat lendir (droplet) manusia positif COVID-19 yang meloncat ke manusia negatif COVID-19. Lendir itu terciprat saat manusia positif COVID-19 bersin, batuk, atau berbicara lalu terkena orang lain yang negatif.
                Virus ini bukan saja membuat orang-orang takut tapi virus ini membuat sebagian Negara melakukan lockdown guna mencegah penularan Virus Corona ini. Virus ini juga membuat Ekonomi dunia maupun Negara yang terkena virus ini lumpuh. Banyak perusahan,mall bahkan tempat makan ditutup sementara oleh kebijakan pemerintah setempat. Di Indonesia sendiri kebijakan ini tentu membuat semua perusahaan atau retail menjadi merugi karena virus ini. Bahkan agar perusahaan tetap berjalan tidak heran sebagian perusahaan menerapkan Work From Home atau yang disebut bekerja dirumah. Lalu bagaimana kebijakan  yang dilakukan perusahaan Retail? Perusahaan retail tetap berjalan seperti biasanya namun mereka menerapkan kebijakan shift dimana para pekerjanya tidak sebanyak seperti biasanya. Namun, ada juga usaha-usaha rumahan di Indonesia yang terpaksa meliburkan pekerjanya. Tidak itu saja Virus ini membuat beberapa mata uang asing melemah contohnya pada nilai tukar rupiah yang melemah akibat wabah penyakit ini.

                Sekarang banyak Negara yang melakukan kebijakan untuk pencegahan penularan virus corona ini diantaranya dengan melakukan test massal pada masyarakat yang masih sehat atau yang dicurigai terkena virus ini. Negara yang menerapkan adalah Korea Selatan dimana test ini seperti layanan drive-thru pada restoran cepat saji untuk masyarakat yang membawa kendaraan. Terbukti dengan melakukan tes ini Korea Selatan mampu menekan angka penularan di Negaranya. Bahkan kabarnya Indonesia juga akan melakukan tes yang dilakukan seperti Negara Korea Selatan ini dibandingkan melakukan lockdown. Berbeda dengan Negara tetangganya Malaysia dan Filipina yang melakukan lockdown pada Negaranya untuk mencegah penyebaran Virus ini.

                Dampak yang disebabkan oleh virus Corona bukan hanya di Indonesia saja melainkan di beberapa negara di belahan dunia. Pada tanggal 22-23 Februari 2020 telah berlangsung pertemuan G20 yang diadakan di Arab Saudi. Anggota G20 ini terdiri dari Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris dan Uni Eropa. Wabah virus Corona menjadi topik diskusi pada pertemuan tersebut. Dalam pertemuan G20, negara-negara G20 menyampaikan simpati kepada masyarakat dan negara yang terdampak virus Corona, khususnya China. Munculnya berbagai tekanan global, salah satunya adalah Covid-19 mendorong negara-negara G20 untuk meningkatkan kerja sama dengan mempererat kerja sama internasional. Negara-negara G20 juga sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global khususnya yang berasal dari Covid-19, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko dan sepakat untuk mengimplementasikan kebijakan yang efektif baik dari sisi moneter, fiskal, maupun struktural

                Di China sendiri kasus Virus ini sudah menurun dan sudah banyak juga pasien yang positif Corona ini dinyatakan sembuh. Bahkan sekarang China bukanlah Negara yang paling banyak terdapat kasus Virus Corona ini melainkan Amerika Serikat dan Italia. Di Amerika Serikat sendiri mengonfirmasi kasus terjangkit Virus Corona ini mecapai 123.271 kasus, sedangkan Italia sediri mengonfirmasi kasus orang yang terjangkit Virus ini mencapai 92.472. Jelas kasus di kedua Negara ini lebih banyak dibandingkan dengan Negara asal mula Virus ini yaitu China.
                Lalu bagaimana cara  mencegah Virus ini? Cara yang terpenting untuk mencegah infeksi Covid-19 atau virus Corona adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. Seperti dikutip dari WHO, rekomendasi dasar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah dengan mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, menutupi mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, dan memasak daging dan telur hingga matang. Selain itu, hindari kontak langsung dengan siapapun yang menunjukkan gejala virus Corona, seperti sesak napas, batuk, dan bersin.


Referensi :







               
               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar